Pages

Search This Blog

Sunday, December 26, 2010

Perang Salib

image

  Perang Salib adalah kumpulan gelombang dari pertikaian agama bersenjata yang dimulai oleh kaum Kristiani pada periode 1095 – 1291; biasanya direstui oleh Paus atas nama Agama Kristen, dengan tujuan untuk menguasai kembali Yerusalem dan “Tanah Suci” dari kekuasaan Muslim dan awalnya diluncurkan sebagai respon atas permohonan dari Kekaisaran Byzantium yang beragama Kristen Ortodox Timur untuk melawan ekspansi dari Dinasti Seljuk yang beragama Islam ke Anatolia.

Istilah ini juga digunakan untuk ekspedisi-ekspedisi kecil yang terjadi selama abad ke 16 di wilayah di luar Benua Eropa, biasanya terhadap kaum pagan dan kaum non-Kristiani untuk alasan campuran antara agama, ekonomi dan politik. Skema penomoran tradisional atas Perang Salib memasukkan 9 ekspedisi besar ke Tanah Suci selama Abad ke 11 sampai dengan Abad ke 13. “Perang Salib” lainnya yang tidak bernomor berlanjut hingga Abad ke 16 dan berakhir ketika iklim politik dan agama di Eropa berubah secara signifikan selama masa Renaissance.

Perang Salib pada hakikatnya bukan perang agama, melainkan perang merebut kekuasaan daerah. Hal ini dibuktikan bahwa tentara Salib dan tentara Muslim saling bertukar ilmu pengetahuan.

Perang Salib berpengaruh sangat luas terhadap aspek-aspek politik, ekonomi dan sosial, yang mana beberapa bahkan masih berpengaruh sampai masa kini. Karena konfilk internal antara kerajaan-kerajaan Kristen dan kekuatan-kekuatan politik, beberapa ekspedisi Perang Salib (seperti Perang Salib Keempat) bergeser dari tujuan semulanya dan berakhir dengan dijarahnya kota-kota Kristen, termasuk ibukota Byzantium, Konstantinopel-kota yang paling maju dan kaya di benua Eropa saat itu. Perang Salib Keenam adalah perang salib pertama yang bertolak tanpa restu resmi dari gereja Katolik, dan menjadi contoh preseden yang memperbolehkan penguasa lain untuk secara individu menyerukan perang salib dalam ekspedisi berikutnya ke Tanah Suci. Konflik internal antara kerajaan-kerajaan Muslim dan kekuatan-kekuatan politik pun mengakibatkan persekutuan antara satu faksi melawan faksi lainnya seperti persekutuan antara kekuatan Tentara Salib dengan Kesultanan Rum yang Muslim dalam Perang Salib Kelima.

kecil yang terjadi selama abad ke 16 di wilayah di luar Benua Eropa, biasanya terhadap kaum pagan dan kaum non-Kristiani untuk alasan campuran antara agama, ekonomi dan politik. Skema penomoran tradisional atas Perang Salib memasukkan 9 ekspedisi besar ke Tanah Suci selama Abad ke 11 sampai dengan Abad ke 13. “Perang Salib” lainnya yang tidak bernomor berlanjut hingga Abad ke 16 dan berakhir ketika iklim politik dan agama di Eropa berubah secara signifikan selama masa Renaissance.

Perang Salib pada hakikatnya bukan perang agama, melainkan perang merebut kekuasaan daerah. Hal ini dibuktikan bahwa tentara Salib dan tentara Muslim saling bertukar ilmu pengetahuan.

Perang Salib berpengaruh sangat luas terhadap aspek-aspek politik, ekonomi dan sosial, yang mana beberapa bahkan masih berpengaruh sampai masa kini. Karena konfilk internal antara kerajaan-kerajaan Kristen dan kekuatan-kekuatan politik, beberapa ekspedisi Perang Salib (seperti Perang Salib Keempat) bergeser dari tujuan semulanya dan berakhir dengan dijarahnya kota-kota Kristen, termasuk ibukota Byzantium, Konstantinopel-kota yang paling maju dan kaya di benua Eropa saat itu. Perang Salib Keenam adalah perang salib pertama yang bertolak tanpa restu resmi dari gereja Katolik, dan menjadi contoh preseden yang memperbolehkan penguasa lain untuk secara individu menyerukan perang salib dalam ekspedisi berikutnya ke Tanah Suci. Konflik internal antara kerajaan-kerajaan Muslim dan kekuatan-kekuatan politik pun mengakibatkan persekutuan antara satu faksi melawan faksi lainnya seperti persekutuan antara kekuatan Tentara Salib dengan Kesultanan Rum yang Muslim dalam Perang Salib Kelima.

 

Penyebab Langsung

  Penyebab langsung dari Perang Salib Pertama adalah permohonan Kaisar Alexius I kepada Paus Urbanus II untuk menolong Kekaisaran Byzantium dan menahan laju invasi tentara Muslim ke dalam wilayah kekaisaran tersebut. Hal ini dilakukan karena sebelumnya pada tahun 1071, Kekaisaran Byzantium telah dikalahkan oleh pasukan Seljuk yang dipimpin oleh Sulthan Alp Arselan di Pertempuran Manzikert, yang hanya berkekuatan 15.000 prajurit, dalam peristiwa ini berhasil mengalahkan tentara Romawi yang berjumlah 40.000 orang, terdiri dari tentara Romawi, Ghuz, al-Akraj, al-Hajr, Perancis dan Armenia. Dan kekalahan ini berujung kepada dikuasainya hampir seluruh wilayah Asia Kecil (Turki modern). Meskipun Pertentangan Timur-Barat sedang berlangsung antara gereja Katolik Barat dengan gereja Orthodox Timur, Alexius I mengharapkan respon yang positif atas permohonannya. Bagaimanapun, respon yang didapat amat besar dan hanya sedikit bermanfaat bagi Alexius I. Paus menyeru bagi kekuatan invasi yang besar bukan saja untuk mempertahankan Kekaisaran Byzantium, akan tetapi untuk merebut kembali Yerusalem, setelah Dinasti Seljuk dapat merebut Baitul Maqdis pada tahun 1078 dari kekuasaan dinasti Fathimiyah yang berkedudukan di Mesir. Umat Kristen merasa tidak lagi bebas beribadah sejak Dinasti Seljuk menguasai Baitul Maqdis.

  Ketika Perang Salib Pertama didengungkan pada tahun 1095, para pangeran Kristen dari Iberia sedang bertempur untuk keluar dari pegunungan Galicia dan Asturia, wilayah Basque dan Navarre, dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, selama seratus tahun. Kejatuhan bangsa Moor Toledo kepada Kerajaan Leon pada tahun 1085 adalah kemenangan yang besar. Ketidakbersatuan penguasa-penguasa Muslim merupakan faktor yang penting dan kaum Kristen yang meninggalkan para wanitanya di garis belakang amat sulit untuk dikalahkan. Mereka tidak mengenal hal lain selain bertempur. Mereka tidak memiliki taman-taman atau perpustakaan untuk dipertahankan. Para ksatria Kristen ini merasa bahwa mereka bertempur di lingkungan asing yang dipenuhi oleh orang kafir sehingga mereka dapat berbuat dan merusak sekehendak hatinya. Seluruh faktor ini kemudian akan dimainkan kembali di lapangan pertempuran di Timur. Ahli sejarah Spanyol melihat bahwa Reconquista adalah kekuatan besar dari karakter Castilia, dengan perasaan bahwa kebaikan yang tertinggi adalah mati dalam pertempuran mempertahankan ke-Kristen-an suatu Negara.

Perang

A. Perang Salib I

  Pada musim semi tahun 1095 M, 150.000 orang Eropa, sebagian besar bangsa Perancis dan Norman, berangkat menuju Konstantinopel, kemudian ke Palestina. Tentara Salib yang dipimpin oleh Godfrey, Bohemond, dan Raymond ini memperoleh kemenangan besar. Pada tanggal 18 Juni 1097 mereka berhasil menaklukkan Nicea dan tahun 1098 M menguasai Raha (Edessa). Di sini mereka mendirikan County Edessa dengan Baldawin sebagai raja. Pada tahun yang sama mereka dapat menguasai Antiochea dan mendirikan Kepangeranan Antiokhia di Timur, Bohemond dilantik menjadi rajanya. Mereka juga berhasil menduduki Baitul-Maqdis (15 Juli 1099 M) dan mendirikan Kerajaan Yerusalem dengan rajanya, Godfrey. Setelah penaklukan Baitul-Maqdis itu, tentara Salib melanjutkan ekspansinya. Mereka menguasai kota Akka (1104 M), Tripoli (1109 M) dan kota Tyre (1124 M). Di Tripoli mereka mendirikan County Tripoli, Rajanya adalah Raymond.

Selanjutnya Syeikh Imaduddin Zanki pada tahun 1144 M, penguasa Moshul dan Irak, berhasil menaklukkan kembali Aleppo, Hamimah, dan Edessa. Namun ia wafat tahun 1146 M. Tugasnya dilanjutkan oleh puteranya, Syeikh Nuruddin Zanki. Syeikh Nuruddin berhasil merebut kembali Antiokhia pada tahun 1149 M dan pada tahun 1151 M, seluruh Edessa dapat direbut kembali.

B. Perang Salib II

  Kejatuhan County Edessa ini menyebabkan orang-orang Kristen mengobarkan Perang Salib kedua. Paus Eugenius III menyampaikan perang suci yang disambut positif oleh raja Perancis Louis VII dan raja Jerman Condrad II. Keduanya memimpin pasukan Salib untuk merebut wilayah Kristen di Syria. Akan tetapi, gerak maju mereka dihambat oleh Syeikh Nuruddin Zanki. Mereka tidak berhasil memasuki Damaskus. Louis VII dan Condrad II sendiri melarikan diri pulang ke negerinya. Syeikh Nuruddin wafat tahun 1174 M. Pimpinan perang kemudian dipegang oleh Sultan Shalahuddin al-Ayyubi yang berhasil mendirikan dinasti Ayyubiyah di Mesir tahun 1175 M, setelah berhasil mencegah pasukan salib untuk menguasai Mesir. Hasil peperangan Shalahuddin yang terbesar adalah merebut kembali Yerusalem pada tahun 1187 M, setelah beberapa bulan sebelumnya dalam Pertempuran Hattin, Shalahuddin berhasil mengalahkan pasukan gabungan County Tripoli dan Kerajaan Yerusalaem melalui taktik penguasaan daerah. Dengan demikian berakhirlah Kerajaan Latin di Yerussalem yang berlangsung selama 88 tahun berakhir. Sehabis Yerusalem, tinggal Tirus merupakan kota besar Kerajaan Yerusalem yang tersisa. Tirus yang saat itu dipimpin oleh Conrad dari Montferrat berhasil sukses dari pengepungan yang dilakukan Shalahuddin sebanyak dua kali. Shalahuddin kemudian mundur dan menaklukan kota lain, seperti Arsuf dan Jaffa.

C. Perang Salib III

  Jatuhnya Yerussalem ke tangan kaum muslimin sangat memukul perasaan tentara salib. Mereka pun menyusun rencana balasan. Selanjutnya, tentara salib dipimpin oleh Frederick Barbarossa raja Jerman, Richard the Lionheart raja Inggris, dan Philip Augustus raja Perancis memunculkan perang Salib III. Pasukan ini bergerak pada tahun 1189 M dengan dua jalur berbeda. Pasukan Richard dan Philip melalui jalur laut dan pasukan Barbarossa-saat itu merupakan yang terbanyak di Eropa-melalui jalur darat, melewati Konstantinopel. Namun, Barbarossa meninggal di daerah Cilicia karena tenggelam di sungai, sehingga menyisakan Richard dan Philip. Sebelum menuju Tanah Suci, Richard dan Philip sempat menguasai Siprus dan mendirikan Kerajaan Siprus. Meskipun mendapat tantangan berat dari Shalahuddin, namun mereka berhasil merebut Akka yang kemudian dijadikan ibu kota kerajaan Latin. Philip kemudian balik ke Perancis untuk "menyelesaikan" masalah kekuasaan di Perancis dan hanya tinggal Richard yang melanjutkan Perang Salib III. Richard tidak mampu memasuki Palestina lebih jauh, meski bisa beberapa kali mengalahkan Shalahuddin. Pada tanggal 2 Nopember 1192 M, dibuat perjanjian antara tentara salib dengan Shalahuddin yang disebut dengan Shulh al-Ramlah. Dalam perjanjian ini disebutkan bahwa orang-orang Kristen yang pergi berziarah ke Baitul Maqdis tidak akan diganggu.

D. Perang Salib IV

  Pada tahun 1219 M, meleteus kembali peperangan yang dikenal dengan Perang Salib periode keenam, dimana tentara Kristen dipimpin oleh raja Jerman, Frederick II, mereka berusaha merebut Mesir lebih dahulu sebelum ke Palestina, dengan harapan dapat bantuan dari orang-orang Kristen Qibthi. Dalam serangan tersebut, mereka berhasil menduduki Dimyat, Raja Mesir dari Dinasti Ayyubiyah waktu itu, al-Malik al-Kamil, membuat penjanjian dengan Frederick. Isinya antara lain Frederick bersedia melepaskan Dimyat, sementara al-Malik al-Kamil melepaskan Palestina, Frederick menjamin keamanan kaum muslimin di sana, dan Frederick tidak mengirim bantuan kepada Kristen di Syria. Dalam perkembangan berikutnya, Palestina dapat direbut kembali oleh kaum muslimin tahun 1247 M, di masa pemerintahan al-Malik al-Shalih, penguasa Mesir selanjutnya.

Ketika Mesir dikuasai oleh dinasti Mamalik yang menggantikan posisi Daulah Ayyubiyyah, pimpinan perang dipegang oleh Baybars, Qalawun dan Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah. Pada masa merekalah Akka dapat direbut kembali oleh kaum muslimin tahun 1291 M. Demikianlah Perang Salib yang berkobar di Timur. Perang ini tidak berhenti di Barat, di Spanyol, sampai umat Islam terusir dari sana.

 

Kondisi Sesudah Perang Salib

  Perang Salib Pertama melepaskan gelombang semangat perasaan paling suci sendiri yang diekspresikan dengan pembantaian terhadap orang-orang Yahudi yang menyertai pergerakan tentara Salib melintasi Eropa dan juga perlakuan kasar terhadap pemeluk Kristen Orthodox Timur. Kekerasan terhadap Kristen Orthodox ini berpuncak pada penjarahan kota Konstantinopel pada tahun 1024, dimana seluruh kekuatan tentara Salib ikut serta. Selama terjadinya serangan-serangan terhadap orang Yahudi, pendeta lokal dan orang Kristen berupaya melindungi orang Yahudi dari pasukan Salib yang melintas. Orang Yahudi seringkali diberikan perlindungan di dalam gereja atau bangunan Kristen lainnya, akan tetapi, massa yang beringas selalu menerobos masuk dan membunuh mereka tanpa pandang bulu.

Pada abad ke-13, perang salib tidak pernah mencapai tingkat kepopuleran yang tinggi di masyarakat. Sesudah kota Acra jatuh untuk terakhir kalinya pada tahun 1291 dan sesudah penghancuran bangsa Occitan (Perancis Selatan) yang berpaham Catharisme pada Perang Salib Albigensian, ide perang salib mengalami kemerosotan nilai yang diakibatkan oleh pembenaran lembaga Kepausan terhadap agresi politik dan wilayah yang terjadi di Katolik Eropa.

Orde Ksatria Salib mempertahankan wilayah adalah orde Knights Hospitaller. Sesudah kejatuhan Acra yang terakhir, orde ini menguasai Pulau Rhodes dan pada abad ke-16 dibuang ke Malta. Tentara-tentara Salib yang terakhir ini akhirnya dibubarkan oleh Napoleon Bonaparte pada tahun 1798.

READ MORE - Perang Salib

Thursday, December 9, 2010

The Greatest Black Metal Bands (Pt. 1)

1. Bathory

alt

Bathory adalah band black metal Swedia, dibentuk oleh Quorthon pada tahun 1983. Mereka dianggap sebagai pelopor dari kedua Black Metal dan Viking Metal. Band ini dinamai Hongaria Countess Elizabeth Bathory.

2. Mayhem

alt

Mayhem adalah band Black Metal Norwegia yang terbentuk pada tahun 1984 di Oslo, Norwegia. Mereka dianggap sebagai salah satu pelopor Black Metal berpengaruh Norwegia. karir Mayhem telah sangat kontroversial, terutama karena bunuh diri vokalis Dead, pembunuhan Euronymous gitaris oleh Varg Vikernes dari Burzum, dan pertunjukan panggung kekerasan mereka.

3. Emperor

alt

Emperor adalah sebuah band black metal Norwegia yang dibentuk pada tahun 1991. Mereka terlarut pada tahun 2001, tapi bersatu kembali pada tahun 2006 dan lagi pada 2007 untuk sebuah tanggal beberapa festival dan tour singkat di US. Kelompok ini didirikan oleh Samoth pada drum dan Ihsahn pada gitar dan vokal.

4. Darkthrone

alt

Darkthrone adalah band black metal Norwegia. Mereka terbentuk pada tahun 1987 sebagai band death metal, tapi setelah memeluk gaya black metal pada tahun 1991, mereka menjadi kekuatan pendorong dalam adegan Black Metal Norwegia. Untuk sebagian besar ini Darkthrone periode ini terdiri dari hanya dua musisi, Nocturno Culto dan Fenriz, yang telah berusaha untuk tetap berada di luar arus utama musik. Sejak tahun 2006 pekerjaan mereka telah memasukkan lebih banyak unsur logam berat, thrash metal, dan musik punk rock .

5. Burzum

Burzum adalah proyek musik oleh Varg Vikernes (awalnya dengan nama samaran "Count Grishnackh"). Ini dimulai pada 1991 di Bergen, Norwegia dan cepat menjadi menonjol dalam scene black metal awal Norwegia Selama tahun 1992 dan 1993, Burzum dicatat empat album;. Namun, pada tahun 1994 Vikernes dinyatakan bersalah dan dipenjara atas pembunuhan gitaris Øystein "Euronymous "Aarseth dan pembakaran beberapa gereja. Sementara dipenjara, Vikernes dicatat dua album studio dalam gaya ambien gelap, hanya menggunakan instrumen disintesis.

6. Dissection

alt

Dissection adalah band black metal dari Strömstad, Swedia. Band ini dibentuk pada tahun 1989 oleh Jon Nödtveidt dan bubar pada 2006 setelah bunuh diri Nödtveidt's. Dissection merilis EP pertama di tahun 1991.

7. Immortal

alt

Immortal adalah band black metal dari Bergen, Norwegia. Band ini dibentuk oleh Abbath dan Demonaz Doom occulta setelah band mereka sebelumnya, Amputation, did not take off.

8. Dimmu Borgir

alt

Dimmu Borgir (diucapkan / dɪmu bɔrɡɪər ː ˌ / dalam bahasa Inggris) adalah simfoni Black Metal Norwegia  dari Oslo, Norwegia, dibentuk pada tahun 1993. Dimmu Borgir berarti "kota gelap" atau "gelap kastil / benteng" di Islandia, Faroe dan Old Norse. Nama ini berasal dari formasi gunung berapi di Islandia, Dimmuborgir. Band ini telah melalui perubahan line-up banyak selama bertahun-tahun, gitaris Silenoz dan Shagrath vokalis adalah anggota pendiri satunya yang tersisa.

9. Cradle of Filth

alt

Cradle of Filth adalah band ekstrim metal Inggris, dibentuk di Suffolk pada tahun 1991. gaya musik band ini berevolusi dari logam hitam ke amalgam bersih dan lebih "menghasilkan" dari logam gothic, black metal simfoni dan lainnya gaya metal ekstrim, sementara tema lirik mereka dan citra yang sangat dipengaruhi oleh sastra gothic, puisi, mitologi dan film horor.

10. Satyricon

alt

Satyricon adalah band black metal Norwegia, dan yang pertama dalam genre untuk bergabung dengan label rekaman multi-nasional (EMI).

 

Urutan selanjutnya segera menyusul (Terima Kasih)

READ MORE - The Greatest Black Metal Bands (Pt. 1)

Tuesday, December 7, 2010

Dimmu Borgir





Posted by Picasa
READ MORE - Dimmu Borgir

Tuesday, November 30, 2010

MUSLIM, SATANIC dan BLACK METAL

I will not respond to his comments about the punk and hardcore, because I did not care. What is interesting is his comments about Black Metal. He said that the Black Metal bands like Srimulat Indonesia, such as comedian. I do not remember his explanation of the relationship of this local Black Metal band with Srimulat. A clear reason for resentment against the local black metal band because of our local bands, unlike the outer band, how dare insult others religion rather than religion itself.
From this work, I conclude that our local Black Metal band, if you want great and is recognized as Black Metal bands outside must dare to blaspheme and insult their own religion, in this case Islam is a religion with adherents in Indonesia .... It sounds stupid huh?
This makes me disturbed, if indeed blaspheme their own religion that is a must in Black Metal? Then what reason? With this question in my head, I tried to find the answer by browsing the Internet, of course, and with a visit to some sites and read some articles and interviews, I finally have a conclusion like this:
Satanic Black Metal in my opinion was divided in two, just a gimmick (the image that is formed only for purposes of publicity) and way of life. Examples of Black Metal is just a gimmick is Venom, Bathory and of course, Cradle of Filth and also almost all Black Metal bands outside the territory of Norway. Regarding these Norwegian bands, the English people used to laugh at them because they (Norwegian Band) are even more serious in responding to Venom. Responding to the ridicule of the British people, the followers of Black Metal in Norway threatened to attack British bands who toured in Norway, as is eventually experienced by Paradise Lost.
Satanism as a way of life in the Black Metal pioneered by Norwegian bands like Mayhem, Burzum and Darkthrone in the late 80's and early 90's. With Øystein Aarseth (aka Euronymous, Mayhem guitarist) as the number one and Varg Vikernes (aka Count Grishnackh, Burzum) as his right hand, Inner Circle with twelve members including Ihsahn, Samoth and Faust (Emperor) and Fenriz (Darkthrone) lead the community Black Metal Norway. Inner circle is what determines the direction of Black Metal in Norway, those who plan which will be implemented by those in the Outer Circle. And burned about 14 churches since 1992 and several attacks on the metal bands who disagree with them.
The most popular figure in the movement of Norwegian Black Metal, of course, is Kristian Vikernes which later changed its name (you certainly know the reason) to Varg Vikernes who later better known as Count Grishnackh, the motor of Burzum. Varg recorded has burned at least 4 churches and for it has been several times arrested by the police and his face adorned the pages several local media. But thanks to its influence in the community of Black Metal that nobody dared to open his mouth and finally she came back free because police had no evidence of anything. Varg later arrested for killing Øystein Aarseth aka proven Euronymous on the morning of August 10, 1993 with 23 stab dipunggung and neck. Varg was eventually sentenced to 21 years in prison on charges of theft and possession of 125 kg and 26 kg Glynite Dynamite, burning four churches, robbery, and first-degree murder.
The most interesting thing that concerns me is the philosophy of this Norwegian Black Metal movement, the reason for their hatred of Christians did not like what I imagine for this. Satanist in their different contexts with Anton LaVey and Crowley. They are against Christianity in order to expel them from Norway and return back to ancient pagan culture and the revival of ancient Viking cultures such as bloodshed and killing for revenge. They hate Christians so glorifying and weaknesses of their sympathy to those who are weak and need help. Therefore Inner Circle menggagaskan idea to burn the symbol of Christian pride in Norway, beautiful old churches made of wood. They hope the people of Norway soon realized that they remain the children of Odin (the god of the Vikings).
And here are some responses Count Grishnackh about some important issues. The reason I chose him as a reference because he was the number 2 in the elite of Norwegian Black Metal, and also Euronymous themselves rarely make comments, let alone he is already not able to talk again.
The point is I do not like stupid and baseless accusations like that so for those of you who do not understand and do not understand you do not ever argue that black metal is satanism, satanism is black metal!

READ MORE - MUSLIM, SATANIC dan BLACK METAL

Sunday, November 14, 2010

8 World's grandest castle

Neuschwanstein Castle
(Inspiration Disneyland Sleeping Beauty)


In the 19th century, this castle is where people work hard Bavaria. Located on a hill near Hohenschwangau in southern Bavaria, Germany. Founded by Ludwig II of Bavaria.
Although visitors are prohibited from photographing the interior, but the castle remained a major goal turia - foreign tourists.Previously, Ludwig did not allow visitors come to this castle, but after his death in 1886, the building opened to the public. This is done to pay down the debt Ludwig in settlement construction.
Every year there are approximately 1.3 million visitors with 6,000 people per day in summer. The castle was also some times used as a filming location and the inspiration for the Sleeping Beauty castle in Disneyland Park and Hong Kong Disneyland.

 

Malbork Castle
Made Of Bricks


Discovered in 1274 during the reign of Prussia, brick castle is situated in the south of the river Nogat. Formerly known as Marienburg Castle was the headquarters group san. It has been expanded several times by the host according to the number of knights and became the largest Gothic building in Europe.
The castle consists of three separate sections, the upper, mid, and bottom are separated dry moat and towers. The building was once the habitation think - about 3000 soldiers in an area of wall to reach 210,000 square meters, 4 times bigger than Windsor Castle.
World War II that occurred in 1945 has destroyed nearly half of the building. A fire in 1959 caused the damage becomes more severe. The main cathedral living debris - debris. The castle was rebuilt in 1962.

 


CASTLE LOWENBURG
Cinderela 20th Century


The castle is located in Taman Wilhemshole is also called the Castle of Lions. Built by LandGrave Wilhelm IX of Hesse Kassel, the castle was designed by royal architect named Heinrich Christoph Jussow skilled and experienced in building construction projects - buildings in France, Italy, and England.
He also never learned to England to explore the British Romantic style building. Heinrich also drew up designs Landgrave Park. The castle was also the first Neo-Gothic building in Germany. In the back there are many rooms and the bridge at the front and a tower.
Lowenburg Castle is a private residence Landgrave Wilhelm IX.Landgrave Park is in it almost the same as Disney World Tokyo. No wonder when the Castle Lowenburg Disneland also called in his day.
As a first pertenagahan bangunanan still good condition, this castle became a pioneer in the world's most famous castle, dubbed Cinderella Castle 20th Century.

 

The Potala Palace

Have 200 000 Statue


The Potala Palace located in Lhasa, Tibet. The building is called the Potala, because similar to Mount Potala. This castle has been home since the first head of the Dalai Lama until the 14th Dalai Lama who went to Dharamsala, India after the invasion and uprising in 1959. Now the castle was used as a museum by the people - Chinese.
The building is a length of 400 meters and 350 meters wide, with rocks - rocks on the wall of a width between 3 -5 m.Foundation is made of copper to prevent earthquake damage.These buildings have about 1,000 rooms, more than 10,000 temples and 200,000 statues.
Height reaches 117 meters. The peak is called Marpo Ri hill, which means red. The three hills of Lhasa represent three patron of Tibet, Chokpori, south of Potalia god, soul mountain of Vajrapani, Pongwari and Marpori, the hill where the Potala stands representing Chenresig or Avalokiteshvara.

 


Mont Saint-MICHEL

In Middle Island


Monastic buildings (owned by the monastery) was founded Gothic architectural style of the 13th century in the middle of a rocky island in Normandi named Mont Saint-Michel, about one kilometer from the north coast of France at the mouth of the river Couesnon near Avranches. From prehistoric times, the island is covered by the sea, which continued to retreat form the coastal landscape over millions of years.
The island was initially connect denagn mainland via a land bridge that is closed when the tide and visible at low tide.Therefore Mont Saint Michel called Island Place. In 1879, the land bridge was built into a causeway.
The whole island is a milli abbey church. According to legend, the angel Michael appeared to St.. Aubert, Bishop of Avranches, in 708 and ruled he built a church on the island.

 

Matsumoto Castle
Most Charming in Japan

Matsumoto Castle is one of the best and most historic castles in Japan, located in the city of Matsumoto in Nagano area that can be achieved using the land route from Tokyo.
The castle was completed in the late 16th century to maintain the original interior wood and stones on the outside. Matsumoto castle is the mainland because it is not built on a hill or in the middle of a river.
The castle was built as a fortress in time of war. In 1550 Matsumoto area under the Takeda clan and the Tokugawa rule leyasu. When Toyotomi Hideyoshi leyasu move to the Kanto region, he placed to lead Ishikawa Norimasa Matsumoto.
Norimasa and children to build towers and some other parts of the castle. Matsumoko Castle also known as the crow castle because of the black walls and the roof looks like the wings of a crow that dikepakkan.

 

CASTLE PREDJAMSKI
Blending With Cave


Predjamski Castle is located ten kilometers from Postojna Cave, Slovenia. The castle belongs kstria robber Predjama Erazem of these smaller and lower than any other castle.Predjanski name was taken from a village near the castle. The castle was built in stages since the 13th century.
Left side of the building was founded around the 12th century, while the right side of 1570.
Already more than 700 years old castle perched on the cliffs as high as 123 meters. The most interesting part of the building is a residence, chapel and basement, including weapons, oil painting, and Pieta which dates from 1420.
Palacio DA PENA
The oldest palace Romance With Style
Pena National Palace is the oldest castle that inspired the style of European romanticism. Kasil is located in Sao Paolo Penferrim, Portugal. Founded on the hill in the town of Sintra and the palace when a sunny day it can be seen clearly from Lisbon, the capital of Portugal. Palacio da Pena is a national monument and is one of the major expression of 19th century romantic style of the world.
This palace was built after the Virgin Mary's apparition in 1943, then King John II made this castle on a pilgrimage place for pilgrimage as the embodiment of his promise to his wife, Queen Leonor.
Palace are included in the UNESCO World Cultural Heritage list and is one of the seven wonders of Portugal, often used for state ceremonies by the President of the Republic of Portugal and the event - other formal events. The building is a blend of Neo-Gothic style, Neo-Manuelisme, Islamic and Neo-Renaissance with a taste of exotic romance.

 

Prague Castle

Ancient & World's Widest

Prague Castle is found in the century - 10 by the Basilica of Saint George and the Basilica of St. Vitus. According to the Guinness Book of Records, this castle is one of the largest in the world. With a height of 570 meters, length and width about 130 meters.
The castle was described almost every style of architecture at the end of the millennium.
Almost all areas of Prague Castle was opened to tourists. Now the castle is diajdikan museums, including the national gallery of Bohemian and performing arts to the history of Czechs didesikasikan.
Museums and painting - painting gallery located in Prague castle be an collection of King Rudolph II. Shakespeare Festival held during the summer has also been held in the castle that holds mahlota pelatarn The Czechs this diamond.

READ MORE - 8 World's grandest castle